Metagame Ravnica Block Constructed
Block season di Indonesia!!! Di dua kota besar pusat Magic: the Gathering (Jakarta & Bandung) sedang ramai-ramainya adu sakti antara guild-guild Ravnica. Metagame Ravnica Block Constructed (RBC) yang terdiri dari RAV-GP-DIS memiliki banyak kemungkinan deck untuk dimainkan.
Dalam artikel pertama ini, saya akan mencoba mengulas berbagai aspek yang ada dalam RBC. Meskipun bukan seorang jawara dalam dunia Magic kompetitif, saya hendak mencoba membahas beberapa aspek dari format ini secara obyektif dan terstruktur. Tidak ada decklist maupun hasil playtest yang disajikan dalam artikel ini, tapi merupakan review dan analisis menyeluruh terhadap struktur format RBC.
Mana Base


Dalam block ini, kita membutuhkan fleksibilitas mana. Basic land tidak terlalu “laku” terutama dalam deck-deck yg menggunakan 3 warna atau lebih.
Pada umumnya, sesuai dengan “arahan” Wizards of the Coast, pemain akan menggunakan 2 warna dari 10 kemungkinan kombinasi yg kita sebut guild sebagai dasar pembuatan deck. Dan kebanyakan pemain menggunakan splash warna lain untuk men-support 2 warna utama dari guild yg digunakan sebagai tema dasar. Untuk environment seperti ini, hampir semua pemain akan menggunakan dual shockland atau bounce land. Ini harus ditempuh demi stabilitas deck agar memiliki warna yg diinginkan tanpa terjadi color screw.
Ada beberapa kesimpulan yg bisa kita tarik dari situasi ini, dimana jumlah non-basic land dalam suatu deck bisa jadi melebihi basic land-nya. Yang terbaik tentunya menggunakan shock land yang cukup. Kesimpulan yang pertama adalah, bahwa harga deck yang kompetitif akan menjadi sangat mahal, karena mana base-nya saja sudah menguras kocek. Saya yakin banyak pemain yang setuju dengan saya mengenai hal ini.
Dalam turnamen RBC terakhir di CnG kemarin, dengan setengah bercanda kami berdiskusi mengenai salah satu deck land destruction yg ada. Dan mana base-nya yang menggunakan 16 shockland saja sudah seharga minimal 1.5 juta!!! Akan banyak diantara teman-teman yang akan berkata bahwa masih banyak pilihan deck tanpa shockland yang satunya saja berharga lebih dari selembar Soekarno-Hatta. Tapi tidak bisa dipungkiri bahwa stabilitas deck dengan banyak warna hanya bisa dicapai oleh deck dengan jumlah shockland yang memadai. Ini berarti bahwa untuk memainkan suatu deck yang kompetitif di format RBC, pemain akan menghabiskan cukup banyak porsi uang jajannya (atau jatah belanja istrinya).
Hal lainnya adalah, bagi deck-deck yang hanya menggunakan dua warna, ada kesempatan untuk menggunakan sleeper card yg bisa merusak stabilitas warna deck lawan, yaitu Ghost Quarter. Dengan menggunakan Ghost Quarter terhadap deck yang menggunakan minimal 3 warna, maka dijamin lawan akan langsung pusing-pusing kena color screw. Tapi berhubung kartu ini merupakan disadvantage menurut economics of magic (1 kartu kita tukar 0 kartu lawan), maka penggunaannya harus dipertimbangkan dengan matang.
Banjir Spot Removal


Format ini diberkahi dengan spot creature removal yang nggak tanggung-tanggung. Kebanyakan spot removal ini mengandung warna hitam namun tidak memiliki batasan seperti removal hitam tradisional (target non-black, non-artifact creature).
Mortify adalah removal yang terbaik di format ini. Tidak dibatasi atas warna creature tertentu, dan dilengkapi dengan kemampuan melumat enchantment-enchantment menyebalkan yang cukup banyak di RBC (Glare of Subdual, Pillory of the Sleepless, Faith Fetters, Debtor’s Knell, etc.).
Putrefy menempati posisi kedua, karena memiliki karakteristik yang hampir serupa dengan Mortify. Sayangnya (atau malah untungnya), sahabat baik kita Umezawa’s Jitte tidak ada di format ini, sehingga power level Putrefy agak kalah dari Mortify. Di sisi lain, kemampuan anti-regeneration dari Putrefy ampuh terhadap Skeletal Vampire.
Di bawah kedua removal terbaik yang berbau hitam, ada Lightning Helix & Faith Fetters yang berbau putih dengan layanan plus-plus (plus 3 atau 4 life tentunya). Last Gasp juga berada di kelas yang sama dengan keduanya. Pillory of the Sleepless juga memberikan pilihan ganda, baik sebagai removal maupun alternate finisher.
Selain itu, ada juga Seal of Fire dan Electrolyze untuk mengatasi weenie. Pada dasarnya Seal of Doom dan Seize the Soul merupakan removal yang bagus, sayangnya dengan berlimpahnya aggro control yg melibatkan creature-creature hitam, maka efektivitasnya berkurang jauh, dan sering jadi kartu mati di tangan.
Deck Archtype
Ada banyak sekali pilihan deck archtype yg bisa dimainkan di RBC. Secara teoritis ada 5 kombinasi monocolor + 10 kombinasi 2 warna (kesepuluh guild) + 10 kombinasi 3 warna + 5 kombinasi 4 warna + 1 kombinasi 5 warna = 31 deck archtype!!!!
Tapi seperti kita ketahui, setiap saat pun kita memiliki 31 pilihan ini di semua format (kecuali prismatic, but who plays prismatic anyway?), dan tidak semuanya menjanjikan pilihan yg kompetitif. Hanya saja, dengan tema multicolor Ravnica, pilihan warna jauh lebih terbuka meskipun dasarnya adalah kesepuluh guild yg sudah “disediakan” oleh Wizards of the Coast. Dengan demikian, mayoritas deck yg dimainkan adalah 2 warna spesifik dari suatu guild, atau 3 warna (guild + color splash).
Sesuai dengan tema tersebut, untuk analisis yang saya lakukan disini adalah membagi tier/strata antara guild-guild yang ada, serta keuntungan & kerugian dari color splash terhadap guild-guild tersebut. Tentunya ada banyak style yang bisa dihasilkan dari suatu kombinasi warna, tapi yang akan saya bahas adalah style populer dari kombinasi tersebut pada umumnya.
Berikut ini adalah archtype breakdown dari kesepuluh guild yg ada:
Tier-1
Golongan Tier-1 ini dirajai deck aggro-control yg dilengkapi dengan life gain dan creature-creature besar. Memang inilah yang terjadi jika tidak ada mass removal & deck control yg dominan dalam format.
Orzhov

Memiliki kombinasi style aggro & control yg sangat baik, salah satu creature paling sulit dibunuh (Ghost Council of Orzhova), dan removal terbaik di format ini (Mortify). Blind Hunter pada dasarnya adalah drain 4 life, plus creature 2/2 flying, yang pasti membuat deck apapun cukup pusing kepala. Orzhov Pontiff merupakan pembersih weenie & token, yang dapat melumpuhkan deck-deck berbasis Vitu-Ghazi dengan cepat. Super bomb limited Skeletal Vampire juga sangat sulit dibunuh dan sangat tepat untuk deck ini.
Castigate pada waktu yang tepat juga bisa melumpuhkan deck-deck tertentu. Mana curve Orzhov pun cukup seimbang, karena meskipun turn2 awal agak “sepi”, tapi life gain & removal bisa menjamin kelangsungan hidup anda yg memilih the Orzhov way. Dengan life gain yang ada, dan banyakna sacrifice effect di Orzhov, Dark Confidant juga menemukan rumah yang paling tepat dalam deck ini.
Selesnya

Selesnya merupakan perpaduan aggro & control terbaik kedua setelah Orzhov. Deck Selesnya kurang lebih akan merupakan adaptasi dari Ghazi-Glare format Standard/Type 2. Archtype ini bermodalkan mana accelerator, banjir token lewat Vitu-Ghazi, creature efisien seperti Selesnya Guildmage & Watchwolf, enchantment super tangguh (Glare of Subdual) dan creature berukuran medium sebagai finisher.
Tentunya jangan pernah lupakan Loxodon “Gajah Rapper” Hierarch yang merupakan advantage mutlak adalah salah satu creature terbaik di format ini. Glorious Anthem mahal bernama Tolsimir Wolfblood juga merupakan boost yang signifikan bagi archtype ini.
Gruul

Merupakan deck aggro habis-habisan. Kehilangan terbesar dari Standard adalah turn 1 Sun Go Kong raksasa (Stomping Ground, Kird Ape). Hampir semua elemen lainnya tetap ada di block constructed untuk mendukung kemenangan cepat di awal game.
Supply creature besar tentunya tidak masalah bagi Gruul. Ada Giant Solifuge yang memberikan unpleasant surprise bagi lawan, serta pasangan creature termahal Guildpact, kakak-adik Rumbling Slum & Burning-Tree Shaman. Dryad Sophisticate tentunya akan merajai format dengan non-basic land yang berlimpah seperti ini. Moldervine Cloak sebagai spell bolak-balik masih tetap sangat menyebalkan dan memiliki dampak yang besar bagi deck lawan. Kelemahannya adalah mudah kehabisan bensin di late game, apalagi tanpa Flames of the Blood Hand/Volcanic Hammer.
Simic

Satu alasan yang kuat untuk memainkan guild ini: Simic Sky Swallower (jangan coba-coba memainkan versi kembarannya yang belum dimutasi oleh Momir Vig dkk.). Dengan banyaknya spot removal, Simic Sky Swallower yang kebal terhadap itu semua merupakan finisher yang sangat tangguh, bahkan bisa disejajarkan dengan Teletubbies dari Kamigawa Block (Yosei-Keiga-Kokusho-Ryusei - seekor naga pahlawan tanpa tanda jasa bernama Jugan tidak perlu dihitung karena tidak ada yang memainkannya). Vinelasher Kudzu juga menghadirkan tantangan tersendiri karena merupakan creature yang harus cepat-cepat dibunuh, sehingga bisa memancing removal lawan.
Mekanik graft guild Simic juga sangat baik untuk memperkuat stye aggro. Dengan memperbesar creature-creature penting. MVP dari gerombolan creature graft tentunya adalah Plaxcaster Frogling, mengingat banyaknya spot removal di block ini. Plaxmanta yang bisa jadi kejutan juga merupakan tech yang ampuh di format ini. Jika memilih style control, Simic juga memiliki countermagic yang cukup baik (Remand, Spell Snare, dan Voidslime). Kekurangan Simic adalah tidak adanya removal “éksak”.
Tier-2
Golgari

Pilihan bagi Golgari mirip dengan Orzhov, yaitu aggro-control. Namun tanpa gain life & life loss , deck Golgari lebih mudah “mentok” saat beatdown di turn2 awalnya dihentikan. Menggunakan Dark Confidant tanpa backup life gain juga merupakan resiko tersendiri, sehingga perlu menggunakan sac effect dari Plagued Rusalka sebagai asuransi anti bunuh diri.
Tentunya, Silhana Ledgewalker yang dipasangi Moldervine Cloak bisa menyudahi game dengan cepat. Grave-Shell Scarab juga merupakan ancaman besar yang bisa di-recycle, namun seperti sudah terbukti dalam Standard, Scarab tidak terlalu sulit diatasi. Putrefy yang ada sekelas di bawah Mortify juga tidak mampu menanggulangi lockdown dari Glare of Subdual, sehingga saya menyimpulkan Golgari sebagai tier-2 deck. Meski demikian, dua mass removal terbaik di format ini adalah milik Golgari, yaitu Plague Boiler & Crime/Punishment. Sayangnya elemen kontrol di RBC tidak sebanyak di Standard (tidak ada Phyrexian Arena, Hypnotic Specter), dan Golgari control mungkin kurang menjanjikan tanpa strong finisher seperti Kokusho, Ink-Eyes, atau Kagemaro.
Izzet

Guild yang penuh dengan tipuan dan sangat tangguh di Standard, tapi sayang kehilangan semua elemen kontrol yg penting seperti Mana Leak, Hinder, atau Urzatron lands. Finisher besarnya pun tinggal Niv-Mizzet, dan bermain blue control tanpa Meloku & Keiga bagaikan Chicago Bulls tanpa tanpa Michael Jordan & Scotty Pippen. Tanpa card drawing sekuat Tidings di RBC, maka Niv-Mizzet juga tidak bisa sering2 meludahi opponent dengan lidah apinya.
Masih ada harapan dalam archtype yang mengandalkan Gelectrode & Wee Dragonauts. Tentunya dengan banyaknya removal, agak sulit mempertahankan mereka di board. Saya pribadi memiliki harapan atas Skarggan Firebird dalam deck ini. Dengan dukungan direct damage dari Gelectrode, Scorched Rusalka, atau Dragonauts tanpa di-pump sekalipun, 6/6 recurring flyer bukan sesuatu yg remeh. Untuk bertahan di awal, tampaknya Izzet hanya bisa mengandalkan Repeal, sehingga sulit jika bertemu deck aggro murni seperti Gruul atau Boros.
Rakdos

Mechanic hellbent agak sulit untuk dimanfaatkan dengan optimal, karena salah-salah malah bisa mentok jika posisi board sudah terkontrol oleh lawan. Meski demikian, hand disruption Rakdos sangat kuat, yaitu Rise/Fall yang bagi kebanyakan orang adalah reinkarnasi dari Hymn to Tourach dan Hellhole Rats. Rakdos Guildmage adalah salah satu yang terbaik diantara kesepuluh guildmage Ravnica, yang bisa mengakhiri game dengan cepat di late game saat pemain memiliki mana yang banyak.
Guild champion (bukan, tentunya bukan Rakdos the Defiler) Lyzolda, the Blood Witch juga merupakan ancaman yang mematikan, menyediakan direct damage & card advantage dengan support supply creature yang tepat untuk dikorbankan. Hit/Run merupakan removal yang bisa digunakan jika kita memilih Rakdos sebagai inti deck, dan ini merupakan satu dari sedikit removal yang bisa menumpas the Juggernaut (bukan, bukan musuhnya X-Men dan bukan juga Kai Budde), Simic Sky Swallower.
Boros

Berisikan creature-creature kecil, mengandalkan gebukan cepat, dan direct damage. Salah satu archtype yang sangat digemari di awal kemunculannya di metagame Standard, tapi semakin kehilangan popularitasnya belakangan ini.
Sangat disayangkan RBC tidak menyediakan creature casting cost 1 yang meyakinkan, hanya Boros Recruit yang menggantikan posisi Isamaru & Savannah Lions. Sangat-sangat tidak menakutkan. Mistral Charger, Skynight Legionairre, Char dan Lightning Helix merupakan kekuatan lain dari Boros.
Mungkin ada alternatif style Boros, yaitu control. Archtype ini dimungkinkan dengan adanya Firemane Angel, gain life yang berlimpah, dan Searing Meditation yang mengingatkan kita pada gaya bermain WR Astral Slide di waktu lampau.
Tier-3
Dimir

Sangat disayangkan, agak sulit untuk mempertahankan alternate win condition Dimir melalui library depletion. Memang semua elemennya masih ada, tetapi sangat sulit untuk bertahan sambil milling library lawan. Creature-creature unggulan seperti Dimir Cutpurse, Moroii & Circu, Dimir Lobotomist juga terlalu mudah ditumpas dengan banyaknya spot removal yang tersedia di format ini.
Salah satu spell terbaik Dimir adalah Trial/Error, yang bisa meng-counter banyak sekali spell di format ini. Tampaknya, Dimir memang bukan guild yang paling menjanjikan di format ini. Semoga ada yang bisa membuktikan bahwa saya salah dalam hal ini.
Azorius

Semua orang, termasuk saya sendiri, sangat mengharapkan kartu-kartu yang men-support gaya draw-go tradisional yang selalu menghiasi perjuangan blue-white mage selama sejarah magic. Countermagic dengan casting cost yang efisien dan mass removal gaya Wrath of God sudah dinanti-nantikan.
Sayangnya, Wizards malah berpikir lain dan “memaksa” pemain Azorius bermain aggro. Sayangnya, creature-creature Azorius terlalu kecil untuk bertarung melawan creature dari deck-deck lainnya. Meskipun Pride of the Clouds cukup menjanjikan, tapi Orzhov Pontiff bisa menjadi Wrath of God sepihak bagi Azorius skies. Guild leader Grand Arbiter Augustin IV merupakan kartu yang kuat secara individu, tapi mungkin kurang tepat dalam deck Azorius skies.
Color Splash
Bukan, judul segmen ini bukanlah merk wewangian penyegar untuk ABG, tapi mengenai kombinasi warna apa yang sebaiknya di-splash dalam suatu deck untuk meng-improve keseluruhan performansi deck tersebut. Saya hanya akan membahas beberapa color splash yang diprediksikan akan menghasilkan kombinasi yang kuat dan cukup populer.
BWG (Orzhov-Selesnya-Golgari)
Kombinasi dari ketiga warna ini memberikan pilihan creature & removal terbaik dalam block. Creature terbaik hadir dalam bentuk Loxodon Hierarch, Ghost Council, Skeletal Vampire, Blind Hunter, dan Giant Solifuge yang juga bisa dimasukkan dalam deck ini.
Sedangkan removal juga berlimpah, baik spot removal maupun mass removal. Mortify, Putrefy, Faith Fetters, Pillory, Crime/Punishment, Orzhov Pontiff, Last Gasp, dst. Green mana fixer & accelerator juga sangat membantu untuk lebih cepat stabilisasi board position.
Dengan fleksibilitas, life gain, variasi threat & removal terbaik, saya cukup yakin bahwa archtype inilah yang paling populer dalam Major Tourney Jakarta tanggal 24 mendatang. Untuk metagaming, deck anda harus bisa mengatasi archtype ini atau, lebih sederhananya, mainkan aja deck ini karena power levelnya paling tinggi. When you can’t beat them, join them.
UWR (Azorius-Boros-Izzet)
Alasan untuk menggabungkan ketiga warna ini adalah menghadirkan elemen kontrol yang cukup untuk bermain lama (bukan stalling tentunya). Dengan card draw & countermagic dari biru, direct damage dari merah, dan life gain dari putih, maka aspek-aspek yang diperlukan untuk membentuk deck control bisa dibilang cukup ampuh.
Pilihan spot removal cukup banyak, Faith Fetters, Lightning Helix, Electrolyze dan Condemn. Sangat disayangkan tidak ada mass removal, sehingga deck ini akan menghadapi masalah jika dihadapkan pada Giant Solifuge & Simic Sky Swallower.
Finisher di deck ini yang terutama adalah Firemane Angel, dibantu dengan Niv-Mizzet. Spell yang bisa menjadi pembunuh lainnya adalah Demonfire & Invoke the Firemind. Semuanya merupakan very late game finisher, sehingga pemain yang memainkan deck ini harus benar-benar bersabar dan hanya memainkan threat pada saat yang tepat. Karena deck ini benar-benar untuk tipe pemain control freak, mungkin archtype ini tidak terlalu banyak dimainkan.
BUG (Dimir-Simic-Golgari)
Splash yang dilakukan disini adalah menambahkan alternatif removal (Putrefy, Crime/Punishment, Last Gasp) dan alternatif countermagic (Trial/Error) dalam deck Simic beatdown. Moroii juga merupakan threat yang efisien dan meyakinkan dengan splash hitam, meskipun backup sac effect mungkin perlu dimasukkan just in case menjadi disadvantage.
Karena pada dasarnya memang sudah cukup kuat, dan varian aggro-control pada dasarnya fun untuk dimainkan, maka archtype ini juga saya prediksikan akan cukup populer.
Other Splash Potential
Deck apapun yang membawa warna hijau harus mempertimbangkan memasukkan Simic Sky Swallower, yang harus diakui merupakan creature dengan power level tertinggi di block ini.
Dengan fleksibilitas yang dihadirkan BoP dan Farseek, Loxodon Hierarch juga akan dilibatkan dalam banyak sekali deck.
Splash warna putih untuk memasukkan Faith Fetters juga akan cukup populer, mengingat enchantment removal di block ini tidaklah terlalu banyak.
Grand Arbiter Augustin IV merupakan kartu lainnya yang bisa memporak-porandakan strategi lawan jika bisa dipertahankan di board. Dalam deck yang didukung mana accelerator, Augustin bisa keluar turn 3, dan paling tidak bisa menyedot satu kartu spot removal dari tangan lawan anda.
Color splash untuk menggunakan Supply/Demand juga merupakan pilihan yang baik karena kartu ini sangat kuat, baik sisi Supply sebagai alpha strike maupun Demand yang merupakan tutor terbaik di format ini.
Splash merah atau hijau untuk Savage Twister juga merupakan tech yang akan dipakai banyak orang, karena bisa memutarbalikkan board position.
Wrap-Up
RBC diwarnai oleh banyaknya creature & spell yang powerful dengan mana cost yang efisien. Beberapa creature MVP dalam format ini menurut prediksi saya adalah Simic Sky Swallower, Loxodon Hierarch, Ghost Council of Orzhova, Wee Dragonauts & Orzhov Pontiff. Sedangkan noncreatuer spell terbaik akan menjadi kontes antara Mortify, Crime/Punishment, Demonfire, Glare of Subdual, Supply/Demand & Moldervine Cloak.
Ada beberapa sleeper card yang menurut saya bisa menjadi hidden gem di format ini. Diantaranya adalah Gleancrawler (dengan Loxodon Hierarch berarti 4 life tiap turn!!), Dovescape – super lock card yang hanya bisa di-remove oleh Indrik Stomphowler & Absolver Thrull, Skarggan Firebird, Privileged Position dan Rain of Gore (anti Orzhov & Selesnya). Mungkin bagi teman-teman yang memainkan deck dengan warna yang memiliki akses terhadap kartu-kartu tersebut bisa mempertimbangkannya.
Ravnica Block Constructed adalah salah satu format paling fun dan terbuka. Pilihan deck sangat banyak dan variatif, meskipun tidak sebanyak Dissension Standard. Saya yakin masih banyak archtype yang terlewatkan, dan tentunya membuat format semakin seru dengan banyaknya kejutan-kejutan.
Jangan lupa juga membaca liputan Pro Tour Charleston yang menggunakan format Team Ravnica Block Constructed. Meskipun power level deck yang digunakan pasti berkurang karena pilihan powerful card harus dibagi bertiga, tapi seperti biasa awasi ide-ide kreatif dari pemain Jepang & Perancis.
Semoga artikel ini bermanfaat bagi teman-teman yang akan bertanding baik di level FNM lokal, maupun untuk Major Tournament tanggal 24 Juni di Jakarta.
Saya yakin masih banyak kekurangan dalam tulisan pertama ini, jadi mohon komentar, kritik & sarannya juga karena saya berharap untuk dapat menjadi kontributor bagi dunia MtG di Indonesia seiring berkembangnya komunitas pemain Magic.
Until then, may you have the money to buy enough shocklands for your deck.
Kind regards,
Maximillian
Mishra on forum kartumagic.com
(m4ximilli4n@yahoo.com)
P.S. Viva South Korea, Czech Republic, Argentina and Dallas Mavericks!!!!!!! ^_^