CHK Block 16 Jan 2005 Coverage
by Jovan Tamrin

Turnamen dengan K-value terbesar (K-24) di Indonesia untuk beberapa tahun belakangan ini telah selesai diselengarakan. Berikut akan saya paparkan tentang bagaimana turnamen ini berlangsung dan beberapa match yang harus saya hadapi untuk dapat masuk ke empat besar.

Turnamen ini niatnya dimulai pukul 11.00, oleh karena itu saya datang pukul 10.00, sesuai yang diminta oleh Marco Maruto, Tournament Organizer event ini. Sesampainya di sana, saya mendapati lokasi masih sepi, bahkan sang TO sendiri belum datang. Untung ada Freddy yang sudah datang. Daripada bosan menunggu, kami kemudian melakukan tes deck.

Awalnya saya datang dengan deck White Weenie splash biru yang mana saya pakai ketika memenangkan sebuah FNM lokal di minggu sebelumnya. Karena dapat memenangkan FNM di minggu sebelumnya, maka saya sangat yakin dengan deck yang saya gunakan. Kenyataan yang terjadi justru malah terbalik. Memainkan sekitar 6-7 game, saya hanya mampu mendapati satu kali kemenangan.

Tournament Organizer sekaligus Judge kita, Maco Maruto

Disini saya kemudian berpikir apa ada yang salah dengan deck saya. Kemudian saya menanyakan pada Freddy apakah ia ingin bermain dalam turnamen tersebut. Dia jawab tidak. Bisa kamu tebak, kemudian saya pun meminjam deck yang digunakan olehnya untuk mengalahkan saya sebanyak enam dari tujuh game. Setelah meminjam, saya sedikit merubah konfigurasi dari decknya.

Saat saya bermain dengan Freddy, datang Prada dan William yang merupakan pemain baru. Mereka baru saja mulai main dari Champions of Kamigawa. Berselang tak lama, Marco pun datang. Tapi, jumlah pemain yang datang belum mencukupi. Baru sekitar pukul 11.00 para pemainnya mulai ramai berdatangan. Setelah mengisi decklist, Marco kemudian menjelaskan tata cara selama event berlangsung. Turnamen pun dimulai sekitar pukul 12.00 kurang, diluar perkiraan rencana semula. Saya harap keterlambatan ini tidak terjadi lagi di masa-masa yang akan datang karena event-event yang tergolong besar (terutama event luar negeri) tidak akan menunggui keterlambatan (masa pemain baru tidak terlambat, kita malah terlambat).

Turnamen Dimulai

On to the matches

Match 1: Ricky Arifin (Defending Champion CHK Block 4 Des 2004, UB Control)

Hoho, saya langsung dapat mencoba champion dari event yang lalu. Kesempatan yang sangat bagus, karena TO menjanjikan doorprize FNM foil bagi siapa saja yang bisa mengalahkan Ricky 2-0 langsung.

Game 1:

Permainan dimulai dengan cukup standar. Karena dia adalah champion, maka saya bermain agak berhati-hati. Semua creature-creature awal saya mampu dibersihkan. Ricky cast Meloku yang saya jawab dengan Rend Flesh seketika. Berselang tidak lama muncul Meloku kedua, yang lagi-lagi dijawab dengan Rend Flesh yang saya ambil kembali dengan Hana Kami. Saya kemudian berhasil meloloskan Kodama of the South Tree. Ricky cast Kokusho. Saya pukul dengan Kodama (saya ada Long Forgotter Gohei di play), dia block dengan Kokusho. Saya pump Kodama dengan Okina, Ricky tidak melihatnya sehingga berakibat ke matinya Kokusho begitu saja. Kemudian Kodama pun menyelesaikan tugasnya. Disini kamu mungkin berpikir seperti saya bahwa Ricky melakukan banyak kesalahan. Meloku seharusnya dicast hanya apabila dibackup dengan counterspell.(1-0)

Game 2:

Tangan yang saya keep termasuk cukup agresif dengan Soilshaper dan beberapa spirit. Permainan dimulai dengan life Ricky menurun secara cepat di tiga turn pertama. Tetapi kemudian Ricky cast 2 Waking Nightmare menangkap 2 Kokusho dan 2 land. Sejak dari sini saya tidak pernah bisa kembali lagi ke dalam game karena semua ancaman awal saya dibersihkan dengan Hideous Laughter.(1-1)

Match 2: Desky

Saya menang WO karena Desky tidak datang dalam turnamen. Namanya tetap dimasukkan karena dia sudah membayar uang pendaftaran.(2-0)

Match 3: Gilbert (BW Aggro-Control)

Gilbert sebenarnya adalah pemain lama. Dia main di zaman Ice Age dan baru kembali main sejak Kamigawa.

Game 1:

Permainan ini berlangsung cepat karena Kokusho, the Evening Star lahir dengan cepat berkat pengorbanan Sakura Tribe Elder (dia telah melakukan tugasnya dengan baik) dan Kodama's Reach. Dua kali pukul dan kokusho ke dua.(1-0)

Game 2:

Di awal permainan, saya dipukuli dengan samurai-samurai kecil. Serbuan pun tertahan setelah saya menempatkan Kodama of The North Tree di play. Kemudian dia cast 2 Ghostly Prison (sial, sekarang mukul harus bayar pajak; dua kali lipat lagi). Karenanya kami berdiam diri selama dua turn. Setelah menempatkan Mothraider Samurai dia attack dengan dua samurai. Saya terima dan bingung apa yang dia pikirkan karena Kodama saya akan memberikan damage yang lebih besar kalau saya memukul. Dan saya lakukan begitu, baru kemudian Gilbert menyadari seharusnya dia tidak serang. Di lifenya Gilbert yang agak sekarat, saya cast Kokusho. Dari sini Gilbert sudah tidak dapat menjawabnya.(2-0)

Match 4: Azis Riphat (RG Spirit Beatz)

Game 1:

Game ini berlangsung sangat seru. Kami berdua saling mengatasi setiap ancaman yang muncul. Di awal-awal, bukannya Ipank (panggillan Azis) yang aggresif (decknya seharusnya sangat cepat), tetapi justru saya yang memiliki Soilshaper dan memberikan damage yang besar. Dengan spell-spell direct damage, Ipank menstabilkan board. Baru kemudian menurunkan Kumano, Master Yamabushi sebanyak dua buah yang saya jawab dengan Rend Flesh dua kali juga. Selanjutnya lagi-lagi Kokusho yang menyelesaikan permainan (sebenarnya mungkin kalau damage ipank tidak terlalu parah, mungkin keadaan masih bisa terbalik).(1-0)

Game 2:

Kali ini bisa dibilang saya yang dibully-bully. Soilshaper 2 dan kawanannya para spirit serta Kodama's Might splice Glacial Ray sangat cepat menurunkan life point saya. Saya tidak bisa berbuat banyak.(1-1)

Game 3:

Melihat decknya sangat-sangat agresif, maka 3 Hideous Laughter saya masukkan kembali (tadinya disideboard keluar karena saya melihat ipank sangat lamban di game pertama). Deck Ipank kembali berjalan cepat, tapi kali ini Hideous Laughter berhasil menstabilkan situasi. Setelah beberapa turn beradu top deck, saya menemukan Sensei's Divining Top yang kemudian membantu menemukan 3 sekawan Kokusho. Seharusnya ipank sudah kalah saat saya mencast kokusho kedua, tapi ternyata sideboard ipank yang adalah Nine Ring Bo merespon kokusho kedua sehingga Kokusho pertama tidak dapat masuk graveyard melainkan remove from the game. Suatu kesalahan yang cukup fatal, namun ternyata kokusho ketiga muncul menetralisir kesalahan main yang saya lakukan.(2-1)

Match 5: Steven Junaidi

Kami sepakat untuk tidak memainkan match ini melainkan memilih untuk langsung ID karena poin kami sudah cukup untuk masuk 4 besar.

Top 4 Play Off

Match of the day, Steven Vs Ricky

Match 6: Bernhard Hendrawan

Match ini bisa dilihat dalam artikel Bernhard disini. (1-2)

Match 7: Steven Junaidi

Match ini tidak banyak berbeda dengan match melawan Bernhard karena decklist mereka 95% sama.

Game 1:

Steven memulai dengan standar permulaan WW block yaitu Isamaru. Tapi turn keduanya adalah Konda's Banner. Mulai sedikit berbahaya tetapi Isamarunya langsung saya handle dengan Rend Flesh di turn saya (untuk menghindari Blessed Breath). Steven cast Eight-and-a-Half-Tails. Saya coba bunuh tailsnya dengan Rend Flesh lagi, namun ternyata di Blessed Breath (perkiraan saya tidak meleset). Di turn Selanjutnya saya cast Kodama of South Tree. Tapi dengan 8.5 tails dengan Konda's banner di play, semua sudah terlambat. (0-1)

Game 2:

Tidak banyak berbeda dengan game 1, namun sedikit lebih sulit bagi saya karena Steven sudah memiliki Hisoka's Defiance. Hideous Laughter juga tidak pernah muncul dan game. (0-2)

Turnamen selesai dan sesuai dengan permintaan Yopi Effendi selaku sponsor maka penyerahan hadiah dilaksanakan di Comics&Games, Mal Taman Anggrek Lantai 3.

Oke, kayanya begitu saja. Terakhir, saya ingin mengucapkan terima kasih kepada kalian dan semuanya yang telah berpartisipasi dalam turnamen CHK Block ini. Jovan, signing out.