Perkembangan komuniti Magic: The Gathering di Medan

 

Sekelumit taktik terus berputar di dalam pikiran Iwan (29), seorang duelist MTG. Lawannya didepan, Eric (18). Sedang berada di atas angin. Ini adalah babak penentuan untuk mencari finalis turnamen MTG Regional Medan pada tanggal 20 Agustus lalu, Iwan mengeluarkan kartu enchantment demi menangkal serangan magis Eric selanjutnya. End Turn……

Benar saja, setelah mengeluarkan Mountain Basic Land, Erik meluncurkan serangan fisik dan magis melalui Rakdos Guildmage dan Rakdos Signet. Serangan gelombang I masih bisa dihempang dengan susah payah. Tetapi, di gelombang II, Eric menyerang lagi dengan pasti…… Kali ini, permainan segera tamat. Serangan pamungkas itu menolkan life point Iwan. Eric yang akhirnya menjadi juara I setelah mengalahkan finalis lainnya berhak mewakili Medan ke Turnamen Nasional MTG di Jakarta.

Duel tadi merupakan game kartu khas daripada MTG. Keduanya seolah menjadi jendral tempur dengan aneka kekuatan magis dan karakter/monster. Lebih dari itu, game MTG juga menlibatkan mental antar pemain. Pemain harus siap mental (melawan tekanan lawan) jika tidak ingin kalah sebelum bertarung.

“Permainan ini terasa istimewa sebab bukan sekedar kartu picisan. Kartu kuat [boss card] tidak menjamin kemenangan. Kartu AS sesungguhnya adalah tipikal bermain seseorangserta faktor keberuntungan.” Terang Iwan. Iwan menambahkan bahwa MTG merupakan permainan yang sportif [fair play] serta jauh daripada perjudian, rokok, dan ekses negatif lainnya. “Intinya, permainan ini sehat.”, timpal pria berkaca mata yang biasa dipanggil Ti  ini.

Dewasa ini, permainan kartu menjadi primadona tersendiri bagi kalangan gamester. MTG sendiri adalah salah satu permainan kartu yang paling awal tercipta.

Beberapa sempat mengutarakan keistimewaannya, seperti Wiliam Sionader, runner-up turnamen MTG regional Medan, dia berujar. “ Untuk memenangi game MTG, tidak bisa mengandalkan kartu yang kuat. Persiapan yang matang hingga pengambilan keputusan menjadi  faktor yang menentukan. Intinya, MTG itu menantang.”

Komuniti Magic: The Gathering di Medan Tidak ada angka spesifik yang pasti mengenai kapan pertama kali MTG mulai digebrak di Medan. Tetapi, menurut Alex Abidin, ofisial the Guilds, kumpulan fans MTG di Medan, di tahun 1998. MTG sudah masuk dan berkembang di Medan. Namun perkembangannya tidak begitu luas. Kala itu, fans MTG memainkannya hanya kecil-kecilan Baru pada 5 bulan yang silam, The Guilds [seberang sekolah Methodist-2 Medan] berdiri sebagai wada h yang dapat menampung fans MTG di Medan. Di sana, sesama fans bisa bergabung, bertukar info terbaru, melakukan training, melayani pembelian booster pack [BP] dan starter pack [SP] MTG, dan aktivitas yang berkaitan dengan MTg lainnya. Fans MTG juga dapat memesan kartu tertentu sesuai dengan keinginan……

Perkembangan Magic: The Gathering Medan saat ini “Perkembangan MTG di Medan sudah sangat pesat denagan apa yang saya bayangkan.” Kata Ti. Sudah jelas, rata-rata pemain MTG yang ada di Medan sekiranya sudah tidak dapat dihitung dengan jari lagi….terutamanya para pelajar selalu berdatangan kemari untuk melakukan practice di The Guilds. “Saya pun terkejut begitu saya menyadari bahwa MTG sangat banyak digemari oleh orang. Begitu pula dengan mengoleksi kartu-kartunya, tidak ada ruginya~”, tutur Wichiandy…. Sama halnya dengan perkataan Wichiandy, Stefan (16) menambahkan bahwa kartu MTG tidak hanya game biasa, MTG seperti halnya catur, butuh ketelitian untuk menjatuhkan lawan, dan juga bagaimana pemain mengandalkan kartunya sebagai pamungkas……itulah yang menjadi inti berkembangnya MTG secara pesat di Medan….

Diskusikan Artikel ini di Forum