Major Tournament 27 Feb 2005 - Champion of kamigawa block - Report

by Teguh

Sebelumnya saya minta maaf kalau ada kesalahan karena ini adalah artikel pertama saya, dan juga karena saya tidak membikin note-note pas pertandingan ulasan match hanya sepintas saja. Di artikel ini saya akan menulis alasan saya menggunakan deck G/B dan mengulas secara singkat match-match yang telah saya mainkan di turnamen 3 April lalu. Saya menggunakan deck B/G control yang aslinya didesain untuk meng-hose deck weenie, deck yang memanfaatkan Umezawa's Jitte dan deck creature non-black karena sebelumnya deck W/U/B control saya dibantai deck white weenie dan beraneka ragam deck random yang menggunakan Umezawa's Jitte pas FNM minggu sebelumnya (Ini menyebabkan saya mempunyai dendam kusumat terhadap Umezawa's Jitte).

Setelah menyadari bahwa deck W/U/B saya sampah, and assuming that every sane person will have 4 copies of Umezawa's Jitte in his deck, saya bertekad membuat sebuah deck yang memaindeck 4 Splinter. Dengan begitu, deck yang saya pakai akan mengandung hijau (duh), dan ada 3 deck hijau yang menurut saya viable pada waktu itu, yaitu G/B arcane/splice/spirit, G/B azusa/soratami, atau G/B anti creature.

Berdasarkan pengalaman saya dengan ketidak-konsistennya 2 deck pertama, dan fakta bahwa 100% deck di FNM yang saya kalah itu menggunakan creature sebagai win condition, saya mencoba membuat sebuah deck B/G anti-creature di apprentice (dan pada saat itu cukup yakin saya tidak akan bisa memainkannya di turnamen karena kartunya mahal-mahal).

Ternyata, saat playtesting online bersama Ancoll dan Bernhard, performa deck b/g saya cukup shocking. Deck tersebut sangat jarang kalah, dan itupun karena landscrew. Karena tidak memainkan hitam, Bernhard dapat meminjamkan kepada saya kartu-kartu yang saya perlukan untuk deck tersebut (Thanks Bern, I owe you one).

Ini adalah decklist Deck saya:

8 Forest
9 Swamp
1 Shizo, Death's Storehouse
1 Okina, Temple to the Grandf
4 Tendo Ice Bridge
3 Night of Souls' Betrayal
4 Cranial Extraction
4 Kokusho, the Evening Star
3 Yukora, the Prisoner
3 Kodama's Reach
4 Sakura-Tribe Elder
4 Hideous Laughter
4 Eradicate
4 Hero's Demise
4 Splinter

4 Wear Away
3 Kodama of the North Tree
4 Rend Spirit
4 Rend Flesh

On to the tournament

Sebelum tournamen mulai, saya sempet ngelawan deck snake tapi dia tidak pakai 4 copy of each card, melainkan 2-3 copies of lots of snake cards yang mengurangi effectivitas Eradicate sama Cranial Extraction. Ternyata nanti di turnamen ada lagi deck yang berisi 4 off cards yang ternyata agak menyulitkan deck ini.

Game 1

WW tanpa Jitte

Pairing pertama saya melawan Ancoll, dia pakai deck white weenie Bern yang Jittenya lagi dipinjam. Singkatnya, WW – Jitte = power level yang berkurang drastis. Saya kurang ingat pertandingannya sendiri tapi remove from the game pilenya dia cukup tebal =).

Menang

Game 2

WW build bener

Round kedua lawan Ngenges, dia pake white weenie bener, game satu saya menang karena splinter resolve melawan Jitte dia (quote “waduh gua mainin jitte kok dia masih tenang – tenang aja ?”). Game 2 (no sideboarding) saya dalam posisi menang ketika saya melakukan suatu kesalahan bodoh, yaitu mengeradicate Lantern Kami (his only creature) dia pas ada hideous laughter di tangan, dimana saya tau di hand dia dia megang Patron of the Kitsune. 6 turn kemudian sang patron melakukan lebih dari 20 damage. (kalau lantern kami saya hideous laughter dan patron di – eradicate kemungkinan besar saya memenangkan game itu). Game 3, dia dapet turn 1 isamaru, turn 2 gebuk, play jitte, turn 3 gebuk, play konda's banner dan blessed breath ketika isamaru saya eradicate, turn 4 equip, gebuk, dst sampai saya mati (nggak draw splinter ataupun eradicate kedua)

Kalah 1 – 2

Game 3

A red deck using goblin cohort

Round 3 dimulai saya melawan deck merah, saya cuman ingat dia cast goblin cohort, hearth kami, lava spike sama yamabushi flame di game 1 sebelum night of souls betrayalku resolve. Setelah itu kokusho beatdown sampai dia mati (dan iseng cast extraction 2x naming glacial ray dan yamabushi flame). Game 2 tidak beda jauh

Menang 2 – 0

Game 4

4 colour zubera/lifespinner

Round 4 melawan sebuah deck 4 warna yang kayaknya menang pake salah satu legendary creature yang dikeluarin lifespinner (lifespinner sac 3 zubera, bt nggak tuh ?) tapi eradicate dan hero's demise kept his deck under control. Pas sb bingung, pas extract deck dia he used 2 artifacts (1 jitte sama 1 lagi lupa), jadi ambil resiko -4 splinter + 4 rend spirit. Game 2, Dia berhasil mainin jitte, on to game 3. sb tetep, dan dia nggak draw jitte

Menang 2 – 1

Game 5

G/R Soilshaper

Game 1, Eradicate your soilshaper

Sb: - 4 splinter + 4 rend spirit

Game 2, 10+ damage by soilshaper and kodama south for 2 turns in a row

Game 3, Cranial Extraction naming Soilshaper

Menang 2 – 1

Semifinal

Black weenie

Di semifinal lawan victor dengan deck black aggro

Game 1, wiked akuba beatdown, gua hideous laughter, dia play no 2, gua hideous laughter, dia play no 3 … paling nggak gua berhasil splinter jitte dia

Sb: -4 heroes demise, -4 eradicate, +8 Rend – Rend an

Game 2, tangan gua kena distress dan 2 waking nightmare, to the di handku ada 1 kokusho sama 5 land in play, dia ada akuba sama jitte. I drew a … Land, penginnya sih kokusho beatdown, tapi dia ada akuba. Saya draw kokusho lagi terus nyerang 2x dan play kokusho kedua, tapi lupa jitte bisa gain life (dasar kartu brengsek) tapi akuba dia udah mati karena nyerang dan diblok. Saya terus play kodama north, dan dia mainin creature yang gua laughter, terus shortfang yang kemudin dia flip (hand saya kosong)

Game 3, dia melakukan kesalahan fatal pas distress, membuang kodama's reach instead of night of souls betrayal. Saya draw 2 land berturut-turut,k cast nosb, bye – bye nezumi cutthroat and shortfang, terus kodama of the north tree kembali memenangkan permainan

Final

Yung-yung

G/B control

Wah, dari 2 deck G/B di turnamen, dua2nya ketemu di final. Tapi dia sudah main G/B dari awal kamigawa block, jadi lebih pengalaman, dan dia memainkan kombo hana kami – souless revival – cranial extraction. Souless revival itu sangat bagus lawan deck saya yang creaturenya sedikit, apalagi kokusho yang terus dibalik – balikin. On top of that, di game 1 dan 2 dia cast cranial extraction duluan. Deck saya tidak didesain untuk melawan mirror jadi tidak mengadakan perlawanan berarti.

Kalah 0 – 3

Aftermath

Ya, lumayan lah juara 2 pake deck yang baru seminggu dimainin. Tapi saya menciptakan deck itu karena melihat metagame di CnG, jadi walaupun belum terbiasa memainkannya, deck itu punya advantage inherent terhadap deck – deck lain, jadi kalau melakukan kesalahan tidak terlalu terasa. Until next time then.

Diskusikan Artikel ini disini